Sering kita jumpai, seorang yang faham ilmu namun ketika menjumpai saudaranya yang khilaf, ia begitu garang dan berusaha menjatuhkan saudaranya. Kita tak perlu sekeras itu akhi, mereka bukan untuk disesatkan tapi mari kita coba mengiring ke pintu taubat.
Kita belajar begaimana nabi bersikap terhadap seorang a'rab (badui; orang pedalaman) yang masuk ke Masjid lantas kencing didalamnya, saat itu para sahabat gusar dan memohon beliau agar mengijinkan untuk mengusir badui tersebut. Sungguh agung akhlaq nabi, beliau mencegah dan membiarkan si badui menyelesaikan kencingnya supaya najis tak kocar-kacir dimana-mana. Kemudian beliau memerintahkan seorang sahabat untuk menyiram bekas tempat badui itu kencing.
Wallahi, kapan bersatunya kaum muslimin bila umat ini saling berseteru tiada ujung pangkalnya?
Terhadap saudara yang belum berilmu kita mengajari dan terhadap saudara yang berilmu tapi menyeleweng kita mengingatkan. Ajari dengan kesabaran dan Ingatkan dengan kasih sayang.
Dan itu semua bukan mudah sebagaimana diucapkan, kita berusaha dan berdo'a memohon bimbingan Allah.
No comments:
Post a Comment