(Lukman berkata), “Wahai anakku!
Laksanakanlah shalat dan suruhlah manusia berbuat yang ma'ruf dan
cegahlah manusia dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang
menimpamu, sesungguhnya yang dimikian itu termasuk perkara yang
penting. (QS: Lukman 17)
Hari ini media lagi gencarnya menyerang
FPI, media sekuler manapun hari ini berlomba lomba memberikan citra
buruk terhadap FPI yang tengah tersandung masalah (kecelakaan yang
tak diharapkan). Selama ini FPI dikenal masyarakat luas sebagai ormas
yang amat getol beramar ma'ruf nahi mungkar bil yad (dengan
tangan/kekuatan) hingga aksi itu menimbulkan pro dan kontra, para
pendukung FPI mayoritas adalah para akfitis islam atau masyarakat
yang tak ingin aksi dan perbuatan tak bermoral meluas merusak
anak-anak generasi islam dimasa depan, dan mayoritas para pembenci
FPI adalah orang-orang sekuler yang mabuk terhadap ilmu logika dan
para pelaku kejahatan/ dosa yang siap jadi korban FPI.
Saudaraku, sesungguhnya islam
mengajarkan 'amar ma'ruf nahi mungkar agar terus ditegakkan agar umat
itu selamat dari kebobrokan moralitas yang kian mengerikan.
Rasulullah mengajarkan kepada umatnya
ada 3 cara beramar ma'ruf:
1. Dengan tangan/ kekuatan: Ini bagi
mereka yang memiliki sebaik-baik iman, karena ia tak rela kemaksiatan
terus terjadi membabi-buta menghancurkan umat dan bangsa.
2. Dengan lisan: jika cara pertama kita
tidak mampu kita mencoba menghentikan kemaksiatan itu dengan lisan.
Berda'wah, berceramah, menasehati atau menulis untaian nasehat.
3. Dengan hati: ini adalah
selemah-lemahnya iman, jika kita belum mampu mencegah kemungkaran
dengan 2 cara diatas opsi terakhir dari nabi adalah cukup kita merasa
jerih terhadap pelaku kemugkaran, mendo'akan hidayah kepadanya.
Saudaraku, hari ini orang yang beramar
ma'ruf nahi mungkar dengan tangan sudah dianggap aneh dan melanggar
HAM. Orang yang mencegah kemungkaran dikatakan preman. Demi Allah
pembenci golongan ini tak lain hanyalah orang yang mabuk dengan
logika, dia membiarkan dosa-dosa yang terjadi tanpa berupaya
memperbaiki kerusakan umat.
Sering kali para pembenci para penegak
amar ma'ruf ini kita dengar dengan dalih “saya memperbaiki diri
sendiri dulu saja sebelum memperbaiki orang lain.” La hawla wala
quwwata illa billah. Yah, ini ucapan yang seolah sebuah alasan kuat
untuk tidak beramar ma'ruf tapi sebenarnya, pendusta yang mengklaim
dirinya ahli ilmu.
Rasulullah mengabarkan kepada kita
bahwa jika terjadi gelombang kemaksiatan pada suatu golongan namun
dalam gologan itu tak satupun yang tergerak untuk beramar ma'ruf maka
Allah akan membinasakan mereka walaupun didalamnya ada sorang yang
shalih.
Saudaraku, dalam tulisan ini saya tak
sama sekali membela atau membenarkan FPI, tapi saya bicara soal
kebenaran. Menantu Rasulullah sekaligus kesepupu beliau shahabat 'Ali
berujar:
“Kenalilah kebenaran niscaya engkau
akan tahu pemiliknya.”
Kebenaran itu datang dari Allah melalui
FirmanNya dan lisan Nabinya, Al Qur'an dan As-Sunnah nabi shallallahu
'alaihi wasallam.