Ada sebuah hikayat, seorang raja di
Mesir sangat gemar memberikan sebuah nasehat “Setiap pilihan Allah
adalah kebaikan”. Ketika ada orang sakit, ia datangi lalu
mengatakan hal itu “Setiap pilihan Allah adalah kebaikan”, saat
ada orang yang tertimpa musibah atau malapetaka lain ia nasehatkan
hal yang sama.
Disuatu waktu sang raja tertimpa
musibah, jarinya terpotong. Lalu datanglah seorang menteri yang
dengan semangatnya dia mengatakan
“Wahai raja, setiap pilihan Allah
adalah kebaikan.”
Sanga raja mendengar itu gusar,
“Kau mangatakan itu? Tangkap dia!”
perintahnya kepada prajurit karena tersinggung oleh ucapan menteri.
Di hari lain, sang raja dengan beberapa
anak buahnya keluar untuk berburu. Saat berburu itu tiba-tiba
dihadang oleh para penyembah berhala yang kemudian menangkapi para
rombongan raja tersebut. Satu-persatu tawanan disembelih untuk tumbal
sang dewa hingga habis dan terakhir adalah sang raja. Namun ketika
pada gilirannya para penyembah dewa itu melihat raja sebagai orang
yang cacat (jarinya terpotong) kecewalah mereka.
“Orang ini cacat, tak pantas
dijadikan tumbal untuk dewa agung”
Lalu raja dibebaskan. Alangkah
girangnya ia kemudian teringat ucapan sang menteri yang dipenjarakan
olehnya. Raja pulang ke istananya lantas membebaskan dan menemui sang
menteri
“Sungguh benar katamu bahwa setiap
pilihan Allah adalah kebaikan, tapi aneh mengapa ketika kau
kupenjarakan kau pun bilang “Setiap pilihan Allah adalah kebaikan”
Lalu kebaikan yang kau dapati ketika berada dalam penjara?” tanya
raja.
“Wahai raja, tentu saja ada kebaikan.
Seandainya aku tidak paduka penjarakan tentunya aku akan menyertai
engkau berburu lantas juga menjadi tumbal orang-orang penyembah dewa
itu.”
Wallahu a'lam.
@Laismanly
