Hampir tak percaya, sepanjang hari ini
aku telah ditinggalkan seorang ayah tercinta, banyak kenangan yang
tak mungkin kami sebagai anak-anak beliau akan melupakannya.
Begitu ingatan ini sadar akan kepergian
beliau, air mata dan senggukan ini mengalir begitu saja, tanpa
siapapun dapat mencegahnya.
Ya Allah, kini tinggal ibu semata, yang
gigih dan penuh kesabaran. Dan diriku, yang muda ini masih memiliki
emosi yang tak stabil, namun ibu menghadapiku tetap dengan sabar.
Ampuni kedurhakaanku ini ya Rabb... Menulis kata-kata ini sambil
terus membayangkan sosok ayah yang tiada henti berjuang, dan sosok
ibu yang sedih kehilangan arjunanya yang gagah.
Oh, ku sadar dunia ini banyak
perpisahan yang tak menyenangkan, semua ini hanyalah titipan-titipan
Allah untuk menguji hambaNya.
innalillahi wa innailayhi roji'un
ReplyDelete