Sunday, August 04, 2013

Wajibnya Amar Ma'ruf Nahi Mungkar

(Lukman berkata), “Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah manusia berbuat yang ma'ruf dan cegahlah manusia dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang dimikian itu termasuk perkara yang penting. (QS: Lukman 17)

Hari ini media lagi gencarnya menyerang FPI, media sekuler manapun hari ini berlomba lomba memberikan citra buruk terhadap FPI yang tengah tersandung masalah (kecelakaan yang tak diharapkan). Selama ini FPI dikenal masyarakat luas sebagai ormas yang amat getol beramar ma'ruf nahi mungkar bil yad (dengan tangan/kekuatan) hingga aksi itu menimbulkan pro dan kontra, para pendukung FPI mayoritas adalah para akfitis islam atau masyarakat yang tak ingin aksi dan perbuatan tak bermoral meluas merusak anak-anak generasi islam dimasa depan, dan mayoritas para pembenci FPI adalah orang-orang sekuler yang mabuk terhadap ilmu logika dan para pelaku kejahatan/ dosa yang siap jadi korban FPI.

Saudaraku, sesungguhnya islam mengajarkan 'amar ma'ruf nahi mungkar agar terus ditegakkan agar umat itu selamat dari kebobrokan moralitas yang kian mengerikan.
Rasulullah mengajarkan kepada umatnya ada 3 cara beramar ma'ruf:
1. Dengan tangan/ kekuatan: Ini bagi mereka yang memiliki sebaik-baik iman, karena ia tak rela kemaksiatan terus terjadi membabi-buta menghancurkan umat dan bangsa.
2. Dengan lisan: jika cara pertama kita tidak mampu kita mencoba menghentikan kemaksiatan itu dengan lisan. Berda'wah, berceramah, menasehati atau menulis untaian nasehat.
3. Dengan hati: ini adalah selemah-lemahnya iman, jika kita belum mampu mencegah kemungkaran dengan 2 cara diatas opsi terakhir dari nabi adalah cukup kita merasa jerih terhadap pelaku kemugkaran, mendo'akan hidayah kepadanya.

Saudaraku, hari ini orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar dengan tangan sudah dianggap aneh dan melanggar HAM. Orang yang mencegah kemungkaran dikatakan preman. Demi Allah pembenci golongan ini tak lain hanyalah orang yang mabuk dengan logika, dia membiarkan dosa-dosa yang terjadi tanpa berupaya memperbaiki kerusakan umat.

Sering kali para pembenci para penegak amar ma'ruf ini kita dengar dengan dalih “saya memperbaiki diri sendiri dulu saja sebelum memperbaiki orang lain.” La hawla wala quwwata illa billah. Yah, ini ucapan yang seolah sebuah alasan kuat untuk tidak beramar ma'ruf tapi sebenarnya, pendusta yang mengklaim dirinya ahli ilmu.

Rasulullah mengabarkan kepada kita bahwa jika terjadi gelombang kemaksiatan pada suatu golongan namun dalam gologan itu tak satupun yang tergerak untuk beramar ma'ruf maka Allah akan membinasakan mereka walaupun didalamnya ada sorang yang shalih.

Saudaraku, dalam tulisan ini saya tak sama sekali membela atau membenarkan FPI, tapi saya bicara soal kebenaran. Menantu Rasulullah sekaligus kesepupu beliau shahabat 'Ali berujar:
“Kenalilah kebenaran niscaya engkau akan tahu pemiliknya.”


Kebenaran itu datang dari Allah melalui FirmanNya dan lisan Nabinya, Al Qur'an dan As-Sunnah nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

No comments:

Post a Comment