Tuesday, July 02, 2013

Ngaji atau main game?

Zaman ke zaman, umat manusia makin gila-gilaan. Jika beberapa tahun lalu kita mengenal generasi gila itu sering dialamatkan kepada remaja tapi hari ini generasi edan juga nyasar ke anak-anak.

Ketika kita melihat anak-anak sudah jadi orang konyol dan benyol jangan semata-mata menyalahkan akibat erupsi budaya barat, tanya kenapa? Gak taulah, tapi yang jelas hancurnya anak-anak itu karena pergaulannya yang udah super ngawur, nggak ada sekat pembatasan oleh orang tua dalam pergaulan anak anak polos ini.

Sebagai contoh ya, di desa saya (lingkungan transmigran) lagi marak-maraknya game online (sebuah trend yang juga marak di penjuru nusantara) ketika jam 2 siang saya ke warnet, miris warnet itu sudah hampir penuh lalu saya amati hampir tak ada satu layar pun yang hidup kecuali game PointBlank tengah berlangsung. Ya Allah... rupanya kayak gini generasi muda islam yang bakal memimpin masa depan.

Belum selesai kekagetan saya, ada hal lain yang bikin lebih miris, sebagian besar para gamernya ternyata anak-anak SD, lho padahal jam 2 adalah jam dimana pembelajaran agama tengah dimulai?

Itu dulu ketika saya pulang dari pesantren di Jawa, sekarang saya mulai mengerti, jika anak-anak SD (yang cowok lho ya) lebih suka main game dari pada ngaji. Lalu bagaimana dengan tempat-tempat belajar iqro' dan Al Qur'an? Tempat-tempat itu sih masih aja rame, cuma santrinya mayoritas cewek. Masya Allah...

NB: Harusnya orang tua mendidik dan menjaga anak lebih intens, serta menjamin akhlaq sebagaimana kita menjamin kebutuhan pangan mereka.

No comments:

Post a Comment