Satu hari satu malam aku tinggal di
hutan/ ladang sawit disebuah daerah yang dikenal sebagai “Durian
Cacar” dari namanya entah ada terkaitan apa daerah ini dengan buah
durian, tapi yang jelas di daerah ini terdapat banyak sekali durian
yang hidup liar di hutan maupun tanah yang dimiliki penduduk
setempat. Yah soal durian memang disini surganya.
Ada cerita kebiasaan menarik penduduk
disini, pohon durian didaerah ini memiliki hak umum, tak ada pemilik
mutlak yang memonopoli buahnya. Jadi siapapun boleh mengambil buah
durian yang jatuh asal dia yang menunggu.
Adat (kebiasaan) semacam ini disatu
sisi terlihat menguntungkan seperti pendatang asal jawa yang merantau
kayak aku ini (pemilik tanah adalah pribumi asli pedalaman suku Riau) dan
disisi lain merugikan tuan tanah atau pemilik pohon (sebenarnya pohon
durian didaerah ini adalah pohon liar bukan tanaman penduduk)
Maaf bila cerita ini kurang bermanfaat,
setidaknya ini hanya gambaran akan lika-liku kehidupan penduduk
pedalaman yang 10 tahun lalu ketika para pendatang asal jawa
berdatangan kedaerah itu untuk membeli lahan, penduduk masih kolot
belum mengenal pakaian penutup tubuh dan aurot.
Pendatang jawa sedikit mempengaruhi
kehidupan meraka untuk menjadi maju.
Bersambung...
No comments:
Post a Comment